✉️ contact@evisaindonesia.info
Cara Mengajukan eVisa Indonesia – Panduan Langkah demi Langkah 2026

Cara Mengajukan eVisa Indonesia – Panduan Langkah demi Langkah 2026

Mengajukan eVisa Indonesia secara online adalah proses yang mudah dan memakan waktu sekitar 10-15 menit. Pemerintah Indonesia menawarkan dua portal resmi: evisa.imigrasi.go.id untuk Visa Kunjungan C1 dan molina.imigrasi.go.id untuk eVOA (B1). Panduan langkah demi langkah ini akan memandu Anda melalui seluruh aplikasi dari awal hingga akhir.

Sebelum Anda Mulai – Apa yang Anda Butuhkan

Kumpulkan dokumen-dokumen ini sebelum memulai aplikasi Anda. Persyaratan lengkap tercantum di halaman persyaratan eVisa Indonesia kami:

  • Paspor yang berlaku setidaknya 6 bulan setelah tanggal perjalanan Anda, dengan 1+ halaman visa kosong
  • Pindai halaman biodata paspor berkualitas tinggi (JPG/PDF, di bawah 500KB)
  • Foto ukuran paspor terbaru (latar belakang putih, format JPG)
  • Tiket pulang atau tiket lanjutan yang telah dikonfirmasi
  • Bukti akomodasi (konfirmasi hotel atau surat undangan tuan rumah)
  • Kartu kredit/debit internasional (Mastercard atau Visa) untuk pembayaran
  • Alamat email yang valid

Langkah 1 – Pilih Jenis Visa yang Tepat

Tentukan jenis visa yang Anda butuhkan sebelum memulai aplikasi:

  • eVOA (B1): Untuk masa tinggal hingga 30 hari (dapat diperpanjang sekali untuk 30 hari lagi). Ajukan di molina.imigrasi.go.id. Biaya: IDR 500.000 (~$32 USD). Tersedia untuk 90+ negara.
  • Visa Kunjungan C1: Untuk masa tinggal hingga 60 hari, satu kali masuk. Ajukan di evisa.imigrasi.go.id. Biaya: IDR 500.000.

Sebagian besar turis memilih eVOA (B1) karena menawarkan fleksibilitas dengan struktur 30+30 hari. Periksa apakah kewarganegaraan Anda memenuhi syarat di halaman negara yang memenuhi syarat kami.

Langkah 2 – Buat Akun Anda

  1. Buka molina.imigrasi.go.id (eVOA) atau evisa.imigrasi.go.id (C1 eVisa)
  2. Klik “Daftar” dan masukkan alamat email Anda
  3. Verifikasi email Anda melalui tautan konfirmasi yang dikirim ke kotak masuk Anda
  4. Masuk dengan kredensial baru Anda

Langkah 3 – Isi Formulir Aplikasi

  1. Klik “Ajukan Visa Baru” dan pilih jenis visa (B1 untuk eVOA)
  2. Masukkan detail pribadi: nama lengkap sesuai paspor, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor paspor, tanggal kedaluwarsa
  3. Masukkan detail perjalanan: tanggal kedatangan, pelabuhan masuk, alamat akomodasi di Indonesia
  4. Unggah pindaian paspor Anda – pastikan semua teks terlihat jelas
  5. Unggah foto ukuran paspor Anda – latar belakang putih, wajah terlihat jelas, tanpa kacamata
  6. Unggah rencana perjalanan penerbangan dan konfirmasi pemesanan hotel
  7. Tinjau semua informasi dengan cermat sebelum melanjutkan

Langkah 4 – Pembayaran

Biaya eVOA Indonesia adalah IDR 500.000 (sekitar $32 USD). Opsi pembayaran di portal resmi meliputi:

  • SIMPONI – gerbang pembayaran pemerintah Indonesia (membutuhkan rekening bank Indonesia)
  • Kartu kredit/debit internasional Mastercard atau Visa
  • Pembayaran Akun Virtual

Untuk detail biaya lengkap, kunjungi halaman biaya eVisa Indonesia kami. Setelah pembayaran berhasil, Anda akan menerima email konfirmasi pembayaran.

Langkah 5 – Tunggu Pemrosesan

Waktu pemrosesan standar adalah 3-5 hari kerja. Dalam praktiknya, banyak aplikasi disetujui dalam 1-2 hari. Anda akan menerima pemberitahuan email ketika visa Anda disetujui atau jika informasi tambahan diperlukan.

Periksa folder spam Anda jika Anda tidak menerima pembaruan. Anda juga dapat masuk ke portal untuk memeriksa status aplikasi.

Langkah 6 – Unduh dan Cetak eVisa Anda

  1. Masuk ke akun Anda setelah Anda menerima email persetujuan
  2. Unduh dokumen PDF eVisa Anda
  3. Cetak salinan atau simpan ke ponsel Anda (tangkapan layar juga berfungsi)
  4. Tunjukkan eVisa bersama paspor Anda di imigrasi

Di Bandara – Apa yang Terjadi Saat Kedatangan

Dengan eVOA yang telah diajukan sebelumnya, Anda dapat menggunakan e-Gate otomatis di bandara-bandara besar Indonesia (Ngurah Rai Bali, Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya) jika paspor Anda biometrik. Cukup pindai paspor Anda dan lihat ke kamera – prosesnya memakan waktu sekitar 30 detik.

Jika e-Gate tidak tersedia, lanjutkan ke konter imigrasi, tunjukkan paspor dan cetakan eVisa Anda, dan terima stempel masuk Anda. Lihat persyaratan masuk Indonesia 2026 untuk informasi kedatangan lebih lanjut.

Cara Memperpanjang eVisa Indonesia Anda

eVOA (B1) dapat diperpanjang sekali untuk 30 hari tambahan di kantor imigrasi setempat (Kantor Imigrasi) di Indonesia. Ajukan perpanjangan setidaknya 7-14 hari sebelum visa Anda saat ini kedaluwarsa. Biaya perpanjangan adalah IDR 500.000. Lihat halaman validitas eVisa Indonesia untuk detail perpanjangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan eVisa Indonesia?

Pemrosesan standar memakan waktu 3-5 hari kerja. Banyak aplikasi disetujui dalam 24-48 jam. Ajukan setidaknya 7 hari sebelum tanggal perjalanan Anda untuk memberikan waktu penyangga.

Bisakah saya mengajukan eVisa Indonesia di bandara?

Ya – Anda masih bisa membeli Visa on Arrival (VOA) di konter bandara saat kedatangan seharga IDR 500.000. Namun, ini berarti Anda harus mengantre panjang dan Anda tidak dapat menggunakan e-Gate yang lebih cepat. Sangat disarankan untuk mengajukan secara online sebelum perjalanan Anda.

Bagaimana jika aplikasi eVisa Indonesia saya ditolak?

Jika aplikasi Anda ditolak, Anda akan menerima email dengan alasannya. Alasan umum termasuk unggahan dokumen yang salah, paspor dengan masa berlaku yang tidak mencukupi, atau informasi yang tidak lengkap. Anda dapat mengajukan kembali dengan dokumen yang telah diperbaiki. Lihat panduan penolakan eVisa Indonesia kami untuk tips.

Bisakah saya mengajukan eVisa Indonesia atas nama orang lain?

Ya – agen perjalanan dan pihak ketiga dapat mengajukan aplikasi eVisa atas nama pelancong. Aplikasi harus menggunakan detail pribadi dan dokumen pelancong. Setiap orang membutuhkan aplikasi dan pembayaran terpisah.

Sari Wulandari

Author: Sari Wulandari

Sari Wulandari adalah seorang blogger perjalanan dan spesialis imigrasi Indonesia yang tinggal di Jakarta. Dia meliput sistem eVisa Indonesia dan tips perjalanan untuk menjelajahi kepulauan terbesar di dunia.